Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/jspui/handle/123456789/3698
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorGIRSANG, EKO SAPUTRA-
dc.date.accessioned2020-07-29T01:56:54Z-
dc.date.available2020-07-29T01:56:54Z-
dc.date.issued2019-12-
dc.identifier.urihttp://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/jspui/handle/123456789/3698-
dc.description.abstractPengendalian kualitas adalah aktivitas manajemen untuk mengukur ciri-ciri kualitas dari produk yang ada, membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dengan standarisasi. Kemudian muncul konsep Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control), yaitu suatu metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha untuk mengurangi variasi proses sekaligus mengurangi cacat produk sehingga diharapkan adanya perbaikan pada produk yang dihasilkan. PT.Canang Indah adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi papan partikel dengan bahan baku serbuk kayu dan bahan pembantu seperti lem kayu. Pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan ada tiga tahapan yaitu pengendalian terhadap bahan baku, pengendalian terhadap proses produksi dan pengendalian terhadap barang jadi. Subjek penelitian ini adalah studi kasus pada PT.Canang Indah. Dalam penelitian ini analisa data yang digunakan adalah metode Six Sigma yang meliputi lima tahapan analisis yaitu Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Analisis hasil penelitian menggunakan metode Six Sigma untuk mengetahui pengendalian kualitas dengan melalui beberapa tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), adalah mendefinisikan masalah standar kualitas dalam proses produksi perusahaan, mendefinisikan rencana tindakan yang harus dilakukan serta menetapkan sasaran dan tujuan peningkatan kualitas Six Sigma. Sedangkan pada tahap pengukuran (measure) dihitung nilai Upper Control Limit (UCL), Lower Control Limit (LCL) serta perhitungan DPMO dan Sigma pada 3 penyebab cacat tertinggi yaitu penyortiran, pemanggangan, kertas pembungkus teh sobek. Berdasarkan perhitungan nilai Sigma, rata-rata nilai Sigma perusahaan 3.89 dengan 8283 Defect per million opportunities (DPMO). Berdasakan hasil penelitian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan cukup memberikan manfaat dalam upaya mengurangi kegagalan produk, tetapi masih belum maksimal, maka saran penulis dengan hasil penelitian ini yaitu sebaiknya perusahaan meningkatkan kapabilitas Sigma, meningkatkan proses dengan cara melakukan perbaikan terhadap mesin, karyawan, bahan baku, metode dan lingkunganen_US
dc.publisherUniversitas Potensi Utamaen_US
dc.subjectPengendalian Kualitas, Six Sigma, DMAICen_US
dc.titleANALISA PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PARTICLE BOARD DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT.CANANG INDAHen_US
dc.typeOtheren_US
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB V.pdf80.78 kBAdobe PDFView/Open
DAFTAR PUSTAKA.pdf77.01 kBAdobe PDFView/Open
BAB I.pdf133.6 kBAdobe PDFView/Open
BAB III.pdf146.52 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV.pdf210.61 kBAdobe PDFView/Open
ABSTRAK.pdf63.21 kBAdobe PDFView/Open
BAB II.pdf223.98 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.