Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/jspui/handle/123456789/4660
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorHARANANTA SIMANJUNTAK, DEDI-
dc.date.accessioned2022-02-08T06:18:31Z-
dc.date.available2022-02-08T06:18:31Z-
dc.date.issued2021-12-
dc.identifier.urihttp://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/jspui/handle/123456789/4660-
dc.description.abstractBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah lembaga pemerintah non-departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dengan berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Permasalahan yang dihadapi oleh BPBD kota Binjai dalam penanganan korban bencana banjir adalah sulitnya menentukan wilayah terdampak yang harus diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan logistik. Selama ini jika terjadi bencana banjir masih ditemukan terjadinya kekurangan logistik maupun penumpukan logistik disuatu wilayah yang terdampak banjir. Jumlah antuan logistik yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan warga ada yang berlebih da nada juga yang kekurangan logistik. Hal ini dikarenakan kurang baiknya pendataan wilayah terdamppak banjir dan jumlah bantuan yang akan disalurkan. Data wilayah terdampak banjir dan bantuan logistik yang akurat dan cepat akan sangat membantu BPBD dalam pengambilan keputusan pemberian bantuan logistik. Permasalahan penentuan pemberian bantuan logistik di Kota Binjai ini dapat diselesaikan dengan menggunakan aplikasi pendukung keputusan dan metode keputusan yang tepat. Penelitian ini membahas tentang penerapan metode MOORA dan VIKOR dalam penentuan pemberian bantuan logistik. Hasil perbandingan dari kedua metode berikut adalah kedua metode dapat digunakan sebagai metode pengambilan keputusan pemilihan wilayah yang layak mendapatkan bantuan logistik korban banjir, yang dimana pada hasil metode MOORA nilai tertinggi adalah alternatif WIL11, WIL02, WIL04, dan WIL10 yang memiliki nilai 33,932 dengan nilai persen 10.60% sedangkan metode VIKOR nilai tertinggi adalah alternatif WIL11, WIL02, WIL04 dan WIL10 yang memiliki nilai -63 dengan nilai persen 16.15%. Langkah perhitungan metode MOORA lebih panjang dalam penyelesaiannya sedangkan metode VIKOR lebih pendek dalam penyelesaiannya.en_US
dc.publisherUNIVERSITAS POTENSI UTAMAen_US
dc.subjectBantuan Logistik, Metode Pendukung Keputusan, Unified Modeling Language, Metode MOORA dan VIKOR.en_US
dc.titlePENERAPAN METODE MOORA DAN VIKOR DALAM PENENTUAN PEMBERIAN BANTUAN LOGISTIK UNTUK KORBAN BENCANA BANJIR DI KOTA BINJAIen_US
dc.typeOtheren_US
Appears in Collections:Skripsi

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
ABSTRAK.pdf181.53 kBAdobe PDFView/Open
BAB II.pdf703.92 kBAdobe PDFView/Open
BAB IV.pdf1.27 MBAdobe PDFView/Open
DAFTAR PUSTAKA.pdf604.22 kBAdobe PDFView/Open
BAB I.pdf322.34 kBAdobe PDFView/Open
BAB III.pdf832.05 kBAdobe PDFView/Open
BAB V.pdf183.46 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.